chat

Puluhan Akademisi Ajukan Amici Kasus Semen Rembang

JAKARTA - Puluhan akademisi dan lembaga riset mengajukan amicus cu riae ( amici) dalam peninjauan kembali Putusan Pengadilan Tata Usaha N...

JAKARTA - Puluhan akademisi dan lembaga riset mengajukan amicus curiae (amici) dalam peninjauan kembali Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang Nomor 064/G/2015/PTUN.SMG (Joko Prianto dkk. v. I. Gubernur Jawa Tengah; II. PT Semen Gresik) dan Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya Nomor 135/B/2015/PT.TUN.SBY. Amicus curiae ini telah diserahkan ke Mahkamah Agung pada hari Rabu tanggal 24 Agustus 2016.


Dr Herlambang P Wiratraman, akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga yang mewakili pada pengaju amici mengatakan,nurani kaum akademisi terusik lantaran adanya pembangunan pabrik semen di Kabupaten Rembang dan pertambangan lain di berbagai wilayah, yang dipastikan akan menghilangkan sebagian mata pencaharian para petani.
Apabila masyarakat tidak bisa bertani kata dia, maka jumlah pengangguran di Indonesia akan bertambah. Padahal negara belum sepenuhnya bisa membuat atau memberikan lapangan kerja bagi rakyatnya.
"Pada saat negara belum mampu memberikan lapangan pekerjaan kepada rakyatnya, negara justru merugikan masyarakatnya dengan merampas mata pencahariannya," kata dia.

Mengacu situs Epistema dijelaskan, amicus curiae atau amici adalah sebuah istilah hukum yang berasal dari bahasa Latin yang secara harafiah dapat diartikan sebagai sahabat pengadilan atau friends of the court. Amicus curiae merujuk pada seseorang atau sekelompok orang yang tidak terkait dengan perkara namun  mempunyai kepentingan yang sangat relevan dengan materi perkara. Orang atau kelompok orang dimaksud dapat menyampaikan pendapat/opini hukum secara sukarela dan independen kepada majelis hakim.
Amici ini diajukan karena adanya pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, Pegunungan Kendeng. Dengan berdirinya pabrik semen, maka kearifan lokal masyarakat sekitar juga ikut terdampak, hal ini terbukti dengan munculnya konflik horisontal di dalam kehidupan masyarakat Kendeng akibat pembangunan pabrik.
Secara kultural, masyarakat Rembang yang akan terdampak pembangunan pabrik PT Semen Indonesia, mayoritas bekerja sebagai petani. Sudah barang tentu ketika pabrik semen tersebut berdiri, maka akan sangat berpengaruh terhadap kondisi pertanian masyarakat, salah satu dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat adalah berkurangnya sumber mata air. Adanya penambangan batu kapur di sekitar pabrik, secara otomatis akan mematikan sumber mata air yang digunakan oleh masyarakat untuk melakukan irigasi pada areal persawahan. Dengan demikian berdampak pula terhadap area persawahan yang digarap oleh para petani.
Amici kali ini memaparkan sembilan pemikiran yang mendasar untuk dipahami oleh Hakim TUN, yaitu: (1) pengadilan harus mempertimbangkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), mengingat munculnya gugatan warga Rembang berawal dari ketidaktaatan Pemerintah Kabupaten Rembang terhadap Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik; (2) adanya salah tafsir terhadap tafsir daluwarsa; (3) terjadi kekeliruan dalam putusan majelis hakim; (4) tambang yang sama sekali tak berpihak pada perlindungan nasib para petani; (5) pengabaian perlindungan atas kearifan lokal masyarakat setempat; (6) tambang berdampak pada pemanasan global; (7) adanya pelanggaran hukum tata ruang dan amdal yang tidak valid; (8) terjadi kebobrokan amdal PT Semen Indonesia; serta (9) perlunya hakim mempertimbangkan dampak sosial budaya rencana pembangunan pabrik semen di Rembang.
Prof Dr Hariadi Kartodihardjo, akademisi dari Institute Pertanian Bogor, mengungkapkan, penggunaan amicus curiae bukan bermaksud untuk mengintervensi hakim. Namun ini adalah upaya untuk memberikan bantuan kepada hakim dalam menggali lebih dalam permasalahan atau kasus yang ditangani oleh hakim, sehingga diharapkan putusan hakim bisa mempunyai sifat yang lebih holistik, karena didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang lebih lengkap, mendalam, dan menggunakan berbagai pendekatan yang menyeluruh.
Penggalian nilai-nilai hukum yang berkembang dalam masyarakat merupakan kewajiban para hakim sebagai bahan untuk draf putusan, ujar dia. "Hal itu juga amanat dari Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman yang berbunyi bahwa Hakim dan hakim konstitusi wajib menggali, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam Masyarakat," imbuhnya.
Amicus curiae ini diajukan oleh 11 (sebelas) lembaga riset hukum, lingkungan dan hak asasi manusia, serta 20 (dua puluh) akademisi dari berbagai disiplin ilmu dan kampus di Indonesia. (adm)

COMMENTS

Name

hukum infobudaya kilasdunia nusantara selingan ulasan
false
ltr
item
APAKABAR: Puluhan Akademisi Ajukan Amici Kasus Semen Rembang
Puluhan Akademisi Ajukan Amici Kasus Semen Rembang
https://1.bp.blogspot.com/-zs2P1DSIPz0/V8PAF4DeIxI/AAAAAAAAACg/RUNlTLqHunYeAwZsKzVaYS_o9HcKyK9-gCLcB/s320/Kover_Amicus_Curiae_Rembang.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-zs2P1DSIPz0/V8PAF4DeIxI/AAAAAAAAACg/RUNlTLqHunYeAwZsKzVaYS_o9HcKyK9-gCLcB/s72-c/Kover_Amicus_Curiae_Rembang.jpg
APAKABAR
http://www.apakabar.web.id/2016/08/puluhan-akademisi-ajukan-amici-kasus.html
http://www.apakabar.web.id/
http://www.apakabar.web.id/
http://www.apakabar.web.id/2016/08/puluhan-akademisi-ajukan-amici-kasus.html
true
4922267385818778863
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy