chat

Siswa SMK 7 Semarang Penganut Penghayat Tetap Tinggal Kelas, Ombudsman Tutup Investigasi

Mediasi di Kantor Kombudsman Jateng, 29 Juli 2016. SEMARANG - Komisi Ombudsman Perwakilan Jateng sudah berkoordinasi dan menggelar per...

Mediasi di Kantor Kombudsman Jateng, 29 Juli 2016.

SEMARANG - Komisi Ombudsman Perwakilan Jateng sudah berkoordinasi dan menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak terkait untuk mencari penyelesaian terkait peristiwa yang dialami Zulfa Nur Rahman, siswa SMK 7 Semarang yang gagal naik kelas karena nilai agamanya kosong di buku rapor. Zulfa Nur Rahman menyatakan diri sebagai penghayat kepercayaan dan tidak mau mengikuti mata pelajaran agama.

Pertemuan terakhir yang diprakarsai Komisi Ombudsman Jateng dengan sejumlah pihak dilakukan hari Rabu, 3 Agustus 2016, di Ruang Rapat Gedung Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Jalan Pemuda Semarang. Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jateng Achmad Zaid, perwakilan Dewan Pendidikan Kota Semarang Heru Supriyono, Kepala Dinas Pendidikan Jateng Nur Hadi Amiyanto, dan Kepala SMKN 7 Semarang Sudarmanto.
Zulfa bersama orangtua siswa tidak tampak dalam pertemuan tersebut. Menurut salah stau pendamping keluarga Zulfa, Margono SHZulfa dan keluarganya tidak hadir sebab tidak ada undangan. "Zulfa dan keluarganya ke Jakarta, sudah kami konfirmasi, sampai siang sehari sebelumnya tidak ada undangan dari Ombudsman untuk supaya hadir ke Dinas Pendidikan Provinsi," kata dia. 
Sebagaimana diberitakan TribunJatengdotcom (4/8/2016), Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Nur Hadi Amiyanto menjelaskan, hasil dari pertemuan itu adalah adanya usulan kepada Pemerintah Pusat untuk mengeluarkan peraturan baru yang mengatur tentang siswa penghayat kepercayaan.
"Saat ini kami membangun komunikasi dengan Demerintah Pusat. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) juga sudah tahu permasalahan ini, semoga nanti ada perubahan peraturan," terang Nur Hadi.
Selama belum ada peraturan baru, ia menandaskan, sekolah tidak bisa menaikkan siswa yang bersangkutan karena memang secara kurikulum ZNR tidak bisa dinyatakan naik kelas. Dalam pertemuan sebelumnya, ZNR mengajukan tiga permintaan, yakni tetap sekolah, tidak tinggal kelas, dan tidak diperlakukan berbeda pascapertemuan oleh para guru.
Sebelumnya, dalam mediasi di kantor Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Jalan Pahlawan 5B, Kota Semarang, 29 Juli lalu, Kepala SMKN 7 Semarang, Sudarmanto menyatakan, pihak sekolah juga tidak serta-merta menuruti keinginan ZNR dan keluarga yang ingin naik kelas. "Hal itu karena akan membuat sekolah melanggar regulasi yang ada," katanya.
Sekolah Minta Maaf
Secara khusus, Sudarmanto menyampaikan permohonan maaf atas dengan apa yang telah terjadi pada ZNR."Kami sebenarnya sangat menyayangkan karena yang bersangkutan merupakan siswa yang cukup pandai. Namun, perlu dipahami juga bahwa kami juga dalam pengawasan undang-undang," ujar Sudarmanto.
Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jateng, Achmad Zaid menjelaskan, pihak sekolah langsung mengabulkan dua dari tiga permintaan tersebut pada pertemuan pertama. Namun, permintaan tinggal kelas diperlukan pembicaraan dengan pemegang wewenang yang lebih tinggi oleh karena itu pertemuan kedua dilaksanakan.
"Tapi ternyata dari pertemuan ini permintaan naik kelas tidak bisa dilakukan karena memang tidak sesuai dengan regulasi. Tugas kami sekarang adalah menyampaikan resume permasalahan ini ke Ombudsman Pusat yang kemudian akan menyampaikan usulan untuk penyusunan peraturan yang mengatur tentang penghayat kepercayaan," beber Zaid.
Ia menandaskan, On Motion Investigation untuk kasus di SMKN 7 Semarang ini sudah selesai. "Awalnya kami melakukan investigasi karena ada kabar pemaksaan agama yang bersumber dari media online, jawabannya ternyata tidak ada pemaksaan," katanya. (adm)

COMMENTS

Name

hukum infobudaya kilasdunia nusantara selingan ulasan
false
ltr
item
APAKABAR: Siswa SMK 7 Semarang Penganut Penghayat Tetap Tinggal Kelas, Ombudsman Tutup Investigasi
Siswa SMK 7 Semarang Penganut Penghayat Tetap Tinggal Kelas, Ombudsman Tutup Investigasi
https://2.bp.blogspot.com/-JDnmat6x5-o/V7vktMvARzI/AAAAAAAAACQ/UvoVT3j92owThJJK0EYxxabEYswIZc1bgCLcB/s400/Siswa%2Bpenghayat%2BSMK%2B7%2B%25281%2529.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-JDnmat6x5-o/V7vktMvARzI/AAAAAAAAACQ/UvoVT3j92owThJJK0EYxxabEYswIZc1bgCLcB/s72-c/Siswa%2Bpenghayat%2BSMK%2B7%2B%25281%2529.jpg
APAKABAR
http://www.apakabar.web.id/2016/08/siswa-smk-7-semarang-penganut-penghayat.html
http://www.apakabar.web.id/
http://www.apakabar.web.id/
http://www.apakabar.web.id/2016/08/siswa-smk-7-semarang-penganut-penghayat.html
true
4922267385818778863
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy