Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Hover Effects

TRUE
{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News:

latest

Ads Place

Apa Itu Gangguan Bipolar? Dan Apa yang Bukan

Tepat hari ini 30 Maret, adalah hari bipolar sedunia. Setiap orang mengalami perubahan emosi (suasana hati) dari waktu ke waktu yang dapat t...


Tepat hari ini 30 Maret, adalah hari bipolar sedunia.

Setiap orang mengalami perubahan emosi (suasana hati) dari waktu ke waktu yang dapat terjadi karena berbagai hal seperti perubahan keadaan, penyakit fisik, stres, atau hal lainnya terkait kesehatan mental yang umum misal depresi dan gangguan kecemasan. Perubahan suasana hati terbilang normal, namun pada beberapa orang perubahan ini terjadi mendadak dan secara ekstrim.

Perubahan suasana hati secara ekstrim inilah yang disebut bipolar, seorang penderita bipolar akan mengalami periode manik-depresif, seperti yang tadinya sedang bahagia lalu tiba-tiba sedih, dan sebaliknya. Perubahan suasana hati tersebut dapat mempengaruhi kegiatan sehari-hari dan produktifitas.

Apa itu Bipolar Disorder?


Gangguan bipolar, terkadang dikenal sebagai gangguan manik-depresif, adalah gangguan otak yang menyebabkan perubahan suasana hati, energi, tingkat aktivitas, dan kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari.

Gejala berbeda dari pasang surut yang dialami setiap orang dari waktu ke waktu dan dapat mencakup titik terendah dan tertinggi yang ekstrim. Ketika seseorang mengalami periode terendah atau depresi dari gangguan bipolar, mereka bisa merasa sedih dan putus asa, serta kehilangan minat dalam aktivitas. Sebaliknya, ketika seseorang mengalami periode tinggi atau manik dari gangguan bipolar, mereka mungkin merasa gembira dan penuh energi dan terlibat dalam aktivitas berisiko yang berbahaya.

Terkadang, dalam satu periode suasana hati dapat mencakup manik dan depresi, yang disebut sebagai periode campuran.

Periode Manik

Termasuk perasaan senang atau ramah yang berlebihan dan tidak normal; merasa sangat mudah tersinggung, gelisah, atau tegang; berbicara cepat; mudah teralihkan dan gelisah; tidur sedikit; mengambil tugas baru dengan optimisme yang sangat tidak realistis; terlibat dalam aktivitas berisiko tinggi tanpa memperhatikan konsekuensinya, dan terkadang dapat melibatkan pemikiran psikotik.

Periode Depresi

Termasuk perasaan khawatir, hampa, atau sedih dalam waktu lama; merasa lelah atau lesu, mengalami masalah dalam berkonsentrasi, mengingat, atau membuat keputusan; menjadi gelisah atau mudah tersinggung; kehilangan minat dalam aktivitas; dan pikiran serta perilaku untuk bunuh diri.


Kesalahpahaman Mengenai Bipolar


Seperti kebanyakan penyakit mental, gangguan bipolar sering disalahpahami oleh orang yang tidak mengalaminya.

Kesalahpahaman: Gangguan bipolar adalah kondisi yang jarang terjadi.
Pada 2017, diperkirakan 4,4 persen orang dewasa di AS mengalami gangguan bipolar seumur hidup mereka. Sejumlah tokoh sejarah dan selebritis terkenal pernah mengalami kondisi ini, di antaranya Winston Churchill, Kurt Cobain, dan Demi Lovato.

Kesalahpahaman: Orang dengan gangguan bipolar memiliki kepribadian ganda.
Gangguan bipolar secara khusus memengaruhi suasana hati Anda, bukan kepribadian Anda. Kesalahpahaman ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman mengenak perbedaan antara gangguan bipolar dan gangguan identitas disosiatif.

Kesalahpahaman: Orang dengan gangguan bipolar suasana hatinya berubah setiap hari.
Meskipun episode manik atau depresi dapat datang secara tiba-tiba, biasanya siklusnya tidak cepat. Periode ini bisa berlangsung berhari-hari, berminggu-minggu, atau berbulan-bulan, dan mungkin berisi periode keseimbangan di antaranya. Namun, 15 persen dari mereka yang mengalami gangguan bipolar mengalami periode dengan durasi yang lebih pendek.

Kesalahpahaman: Semua penderita bipolar memiliki pengalaman yang sama.
Gangguan bipolar mempengaruhi setiap orang secara berbeda, beberapa mengalami periode manik dan depresi berulang, beberapa mengalami pergantian antara periode depresi dan manik yang lebih ringan, beberapa mengalami periode campuran, dan seterusnya.

Tidak ada dua orang dengan gangguan bipolar yang memiliki pengalaman yang sama. Meskipun gangguan bipolar tidak dapat disembuhkan, namun dengan penanganan yang tepat, pengidap gangguan bipolar dapat meminimalisir gelaja yang timbul, bahkan tanpa gelaja dalam periode yang lama.

No comments

Ads Place